Jenis Pohon Untuk Penghijauan

By On Wednesday, May 15th, 2019 Categories : Biologi

Jenis Pohon Untuk Penghijauan – Seiring perkembangan wisata dengan menonjolkan objek wisata berupa rumah pohon, sekarang ini sudah banyak terdapat gerakan – gerakan dan komunitas yang mengajak masyarakat di sekitar kawasan wisata untuk bergaya hidup peduli terhadap lingkungan dan penghijauan.

Jenis Pohon Untuk Penghijauan

Jenis Pohon Untuk Penghijauan

Salah satu caranya adalah dengan menanam pohon untuk penghijauan. Dimana pohon – pohon tersebut akan ditanam sebagai penghijauan sekaligus sebagai pohon yang mampu menyerap polusi.

Pada daerah perkotaan yang rentan terkena polusi udara terutama dari polusi kendaraan dan pabrik di sekitarnya, jika tidak ada pohon yang bisa menyerap polusi tersebut maka akan berdampak buruk bagi kesehatan penduduk yang tinggal disitu.

Untuk itu masyarakat perlu waspada dengan melakukan kegiatan penghijauan sehingga diharapkan bisa mengurangi polusi yang ada. Berikut ini kami akan membagi sedikit informasi tentang pohon apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyerap polusi sekaligus bermanfaat sebagai rumah pohon. Diantaranya adalah :

1/Pohon Akasia (Acacia Auriculiformis)

Akasia berasal dari bahasa Yunani, “akis” yang berarti duri. Tanaman ini rata – rata mempunyai poling yang berbentuk seperti bantalan duri, Sama seperti pohon penghijauan lainnya dari hutan, akasia ramah lingkungan dan mampu menahan air hujan dalam jumlah besar dengan baik, dimana akasia memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia. Akasia berguna sebagai pohon ornamen dan kerap berguna dalam industri parfum. Beberapa spesies akasia yang digunakan di Indonesia sebagai pohon hias diantaranya adalah acacia dealbata, acacia retinodes, acacia xanthophloea, dan acacia baileyana. Akasia bermanfaat juga dibidang kedokteran untuk jenis acacia nilotica berguna untuk mengobati masalah yang erat kaitannya dengan ejakulasi dini. Dalam metode pengobatan kuno, akar akasia jenis ini direbus sebagai pengobatan untuk rabies. Tanin yang diekstraksi dengan cara menguapkan kayu akasia berusia muda biasanya digunakan sebagai astringent.

2/Pohon Matoa

Matoa (pometia pinnata) adalah tanaman buah asli khas dari Papua, matoa berasal dari keluarga (family) rambutan (sapindaceae). Matoa tumbuh subur dan liar di hutan – hutan Papua, sejenis tumbuhan pohon besar, tinggi pohon mencapai rata – rata 16 meter dengan diameter rata – rata maksimum 90 cm. Matoa berbuah sekali saja dalam setahun, berbunga pada bulan Juli hingga Oktober setiap tahunnya.

3/Angsana (Pterocarpus Indicus)

Angsana (pterocarpus indicus) atau terkadang disebut sebagai tanaman sono kembang. Pertumbuhan pohon ini sangat cepat , kayu yang kuat sering dimanfaatkan sebagai penghijauan dijalan raya kota – kota besar atau lingkungan masyarakat. Angsana mampu menghisap polutan dengan baik. Diameter batangnya bisa mencapai ukuran 350 cm dengan tinggi 40 meter. Pohon ini diperbanyak dengan stek ranting. Rindang, pertumbuhan cepat dan multifungsi menjadikan kelebihan pohon angsana yang diburu sebagai tanaman hias. Dari kulit kayu , getah dan daunnya banyak dimanfaatkan sebagai obat atau ramuan herbal. Kayunya digunakan sebagai mebel halus. Penanamannya sangat mudah membuat pemerintah setempat suka meletakkan angsana di jalan – jalan besar perkotaan.

4/Bungur (Lagerstroemia Speciosa)

Tanaman bungur (lagerstroemia) merupakan tumbuhan berwujud pohon besar atau perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Memiliki bunga berwarna merah jambu dan mekar bersama – sama terlihat indah di sepanjang tahun. Perbanyakan anakannya dari biji buah yang keluar setelah proses pembungaan selesai. Bijinya berbentuk bulat berwarna coklat sebesar kelereng yang tergantung cantik. Juga dapat diperbanyak dengan pencangkokan.dan mampu hidup ditanah gersang atau subur, bungur menjadi pilihan yang tepat untuk menerapkan dan menggabungkan konsep tanaman hias dengan objek wisata rumah pohon yang rindang dimana bungur mampu hidup diketinggian 800 mdpl. Tanaman ini dikenal juga sebagai pohon penghijauan, dimana biji bungur bermanfaat untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Sementara kulit kayu bermanfaat untuk pengobatan :diare, disentri, dan kencing darah. Daun digunakan untuk pengobatan, kencing batu, kencing manis, dan  tekanan darah tinggi.

5/Cemara Bundel (Cupressus Retusa)

Pohon cemara pada umumnya sering ditanam di pinggir jalan. Selain cocok untuk penghijauan, tanaman ini juga indah dilihat sebagai taman bunga. Selain tumbuh subur di hutan, cemara kini tren menjadi tanaman hias seperti semua jenis cemara yang memenuhi kriteria untuk penghijauan termasuk cemara bundel layak untuk dipertimbangkan. Tingginya mencapai sekitar 20 m, penghisap polutan yang rindang sebagai tempat berteduh maupun hiasan di daerah pekarangan atau lapangan.

6/Johar (Cassia Siamea)

Johar atau juar adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras yang termasuk ke dalam suku fabaceae (leguminosae, polong – polongan). Daunnya menyirip genap, dengan panjang sekitar 10 – 35 cm, tangkai bulat torak sepanjang 1,5 – 3,5 cm yang beralur dangkal di tengah poros tanpa kelenjar. Johar sering ditanam dalam sistem pertamanan campuran (agroforestri ). Perakarannya yang luas mampu berfungsi menahan air secara baik . Pohon ini bermanfaat sebagai obat cacingan, sawan, diabetes dan sebagainya.

Johar adalah pohon yang biasa ditanam di pinggir jalan raya sebagai tanaman peneduh. Johar mudah dikenali dengan bunganya yang berwarna kuning cantik dan daun majemuk menyirip ditambah untaian buah polongnya yang mudah kering ditangkainya. Johar termasuk salah satu tanaman yang cepat tumbuh dan mampu beradaptasi dengan mudah terhadap daerah kering, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai pohon pelindung atau sebagai tanaman perintis.

7/Kiara Payung

Pohon kiara payung (fellicium decipiens) merupakan salah satu pohon besar dan rindang yang cocok ditanam pada area penghijauan lingkungan rumah.  Pohon ini rata – rata sangat rindang dan bertajuk  luas, memiliki tinggi hingga 11 meter, dengan batang utama pohon tidak terlalu besar tetapi kuat seperti pohon tanjung dan pohon mangga. Kemampuannya dalam menyerap gas CO2 (riset Endes N. Dahlan) adalah berada diurutan ke – 5 di bawah pohon trembesi, cassia, kenanga, pingku dan beringin.  Ranting – rantingya  tidak terlalu besar namun kuat dari terpaan angin kencang dan badai. Pertumbuhan daun dari pohon kiara patung berbentuk bulat dan simetris tanpa perlu pemangkasan secara otomatis seperti jenis tanaman pagar teh – tehan.

8/Kihujan

Pohon trembesi atau disebut juga pohon kihujan (samanea saman) merupakan pohon besar dan rindang sebagai pohon penghijauan terbaik. Pertumbuhannya cepat, batangnya besar , kuat dan bentangan kanopinya lebar, rapi, cantik dan mampu menyerap 28 ton Co2 pertahunnya. Trembesi mampu hidup di daerah yang kritis dan memiliki keasaman yang cukup tinggi. Penelitian membuktikan bahwa pohon terambesi yang ditanam pada lahan satu hektar dapat mengikat 0,6 ton oksigen perhari. Pohon ini unggul dalam hal menanggulangi banjir, mampu menyimpan 900 meter kubik air lalu menyalurkan 4000 liter air perhari.

Selain sebagai tanaman penghijauan,  berdasarkan atas penelitian Hartwell (1967 – 1971) di Venezuela, akar trembesi berguna sebagai obat tambahan herbal saat mandi air hangat untuk mencegah kanker kulit. Ekstrak daun trembesi dapat menghambat pertumbuhan mikrobakterium tuberculosis (Perry, 1980) yang menjadi penyebab sakit perut. Trembesi juga bermanfaat sebagai obat flu, sakit kepala dan penyakit usus namun lebih cocok ditanam di sekitar taman kota atau di lapangan yang lebar atau rumah pohon karena akan memakan tempat yang luas. Jaringan akar pohon terlalu besar dan mampu menjangkau jauh kesekitarnya, sehingga bisa merusak jalan atau bangunan.

Semoga anda tertarik dan bermanfaat !

Baca Juga : Metode Sensus Penduduk

Jenis Pohon Untuk Penghijauan | ituseo | 4.5