Cara Budidaya Cabai Rawit

By On Sunday, February 3rd, 2019 Categories : Biologi

Cara Budidaya Cabai Rawit – Cabai rawit merupakan salah satu komoditi pertanian yang populer untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap makanan bercita rasa pedas. Untuk melakukan budidaya cabai rawit, perlu diketahui terlebih dahulu syarat agar cabai rawit dapat tumbuh dengan baik.

Syarat tersebut adalah ketinggian tanah. Cabai rawit idealnya tumbuh pada dataran rendah sekitar 0-500 m dpl. Meskipun cabai rawit dapat tumbuh pada dataran tinggi di atas 1000 m dpl, hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan menjadikannya tidak maksimal.

Setelah syarat tersebut terpenuhi, maka mulai melakukan langkah-langkah untuk membudidayakan cabai rawit. Langkah pertama adalah memilih benih cabai rawit.

Untuk mendapatkan benih yang baik dapat dilihat dengan cara merendam biji cabai dalam air. Biji yang tenggelam adalah biji yang berkualitas. Keringkan biji tersebut, kemudian rendam kembali dalam air hangat selama 6 jam.

Langkah kedua adalah penyemaian cabai rawit. Tujuan proses penyemaian ini adalah untuk memberikan naungan dan menghindari sinar matahari langsung pada benih.

Proses penyemaian juga membantuk untuk menjaga suhu dan kelemban serta melindungi benih dari terpaan angin. Untuk melakukan penyemaian, siapkan polybag berukuran kecil dan isi dengan media tanam sebanyak ¾ bagian.

Media tanam dapat dibuat dari campuran tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ayak ketiga bahan tersebut untuk mempermudah benih berakar. Tanam biji yang sudah selesai direndam ke dalam polybag sedalam 0.5 cm, tutup biji dengan media tanam. Lakukan perawatan dan penyiraman yang teratur.

Langkah ketiga adalah penanaman bibit. Bibit pada proses persemaian sudah siap untuk ditanam ke lahan terbuka setelah memiliki sekitar 4-6 helai daun atau 1-1.5 bulan. Sebelum proses penanaman bibit, pastikan tanah sudah dibajak hingga mencapai kedalaman 40 cm.

Selain itu, kondisi ph tanah juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu asam. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 100-100 cm setinggi 30-40 cm. Jarak antar bedengan dibuat sekitar 60 cm. Buat lubang tanaman berpola zig-zag seukuran 50-60 cm, lubang tersebut disusun menjadi dua baris dalam satu bedengan.

Baca Juga :

Terakhir sobek bagian polybag yang sudah ditanami benih lalu masukan ke dalam lubang tanam dan tutup perakaran menggunakan tanah. Proses tersebut baik dilakukan pada pagi atau sore hari.

Setelah proses penanam, pastikan untuk merawat dan memelihara tanaman cabai rawit secara rutin dan teratur.

Cara Budidaya Cabai Rawit | ituseo | 4.5
SENTANABET BANDAR BOLA SBOBET MAXBET JUDI LIVE CASINO ONLINE TERPERCAYA